Tubagus Lulusan SMKN1 Karawang dapat Beasiswa Kuliah di UBSI

Beasiswa – Syarhil Qur’an tentu saja bukan menjadi istilah asing bagi para aktivis Musabaqah kesenian Al-Qur’an, karena itu merupakan salah satu cabang dari Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang diselenggarakan mulai dari tingkat daerah hingga tingkat nasional. Namun, bagi masyarakat yang tidak berkecimpung di dunia kesenian Al-Qur’an, istilah Syarhil Qur’an mungkin masih begitu asing. Oleh karena itu, salah satu pengenalan Syarhil Qur’an tersebut adalah melalui artikel ini.

Secara etimologi, Syarhil Qur’an atau syarh al-Qur’an beasal dari dua kata ‘syarh’ dan ‘Quran’. Kata ‘syarh’ merupakan bentuk masdar dari fi’il madhi’ ‘syaraha’ yang berarti ‘menjelaskan atau menerangkan sesuatu’. Sedangkan al-Quran, merupakan bentuk masdar dari fi’il madhi’ qaraa, yang artinya bacaan atau yang dibaca. Berdasarkan makna secara etimologi tersebut dapat dirumuskan bahwa syarh al-Quran adalah metode retorika atau tablig yang mendeskripsikan pesan-pesan dan kandungan al-Quran secara tematik (maudhu’i), yang disampaikan dalam bentuk ceramah keagamaan secara tatap muka dengan melibatkan tiga pelaku atau unsur: pensyarah, qari/qariah, dan saritilawah, danketiga unsur tersebut saling melengkapi.

Secara historis, dakwah syarh al-Quran diawali dalam bentuk musabaqah di Musabaqah Tilawah al-Quran (MTQ). Pada awalnya syarh al-Quran ditampilkan layaknya ceramah biasa tanpa aturan yang baku, namun pada tahun 1980-an, para mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Sunan Gunung Djati (sekarang UIN Sunan Gunung Djati) melakukan inovasi yang apik dengan menggabungkan ceramah dengan seni teatrikal. Hal ini menimbulkan dua rekasi bersamaan, yaitu apresiasi dari sejumlah kalangan, sekaligus kontroversi dari kalangan lainnya. Apresiasi karena ini merupakan hal unik dan menarik serta menjadi inovasi dalam menyampaikan isi dan kandungan al-Quran terutama pada generasi muda. Sedangan kontroversi­ muncul dari kalangan salafiyah dan kalangan penceramah ‘konvensional’ karena dianggap mempermainkan ayat-ayat Allah.

Saaat ini Istilah Syarh al-Quran dikenal dalam dunia Musabaqah Tilawatil Quran. Karena memang Syarh Al-Quran ini merupakan salah satu cabang dalam Musabaqah Tilawatil Quran, biasa dikenal dengan cabang Musabaqah Syarhil Quran yang lazim disingkat dengan nama MSQ. Menurut keterangan dalam kumpulan soal Fahm al-Quran LPTQ Nasional, Musabaqah Syarh al-Quran (MSQ) pertama kali diselenggarakan pada MTQ Nasional XV di Bandar Lampung tahun 1988.

Syahrh Al-Quran juga memiliki beragam jenis perlombaan baik itu tingkat Provinsi maupun tingkat nasional. Tidak sedikit dari perlombaan tersebut memberikan prestasi untuk dipergunakan untuk dimanfaatkan para peserta untuk mendaftarkan ke sekolah atau perguruan tinggi.

Seperti halnya Tubagus dari SMK Negeri 1 Karawang, Ia merupakan Peraih prestasi terbaik III grup cabang Syarh Al-Quran Putra tingkat Provinsi Jawa Barat. Tubagus memanfaatkan prestasinya untuk mendapatkan beasiswa kuliah di Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Karawang. Saat ini tubagus sudah resmi mendapatkan beasiswa dan pastinya prestasi ini menjadi kebanggaan orang tua, guru, sekolah maupun pondok pesantren.

Tubagus Lulusan SMKN1 Karawang dapat Beasiswa Kuliah di UBSI
Tubagus lulusan dari SMKN 1 Karawang

Tertarik mendaftar beasiswa Kuliah UBSI 2020? Daftar disini!

Tubagus sangat senang dan bersyukur karena usahanya selama ini bisa membuahkan hasil. Setidaknya saat ini tubagus sedang mempersiapkan masa depan yang lebih cerah dengan melanjutkan pendidikan. karena tubagus sangat yakin, pendidikan adalah investasi masa depan, dengan itu tubagus lebih memilih kuliah ketimbang kerja terlebih dahulu.

Tubagus juga sudah membuktikan, sesulit apapun keadaan saat ini selagi mau berusaha pasti ada jalan. Dengan mendapatkan beasiswa dari ini, tubagus secara tidak langsung sudah meringankan beban orang tua. Selamat tubagus!! Semoga perjalanan kuliahnya lancar dan bisa memotivasi teman-teman diluarsana yang masih punya kesempatan untuk mendapatkan beasiswa dari UBSI di tahun 2020.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comments (14)