5 Cara Hidup Hemat, Kebutuhan atau Keinginan?

Kecanggihan teknologi sekarang ini kerap menjadi media alternatif para pelaku bisnis untuk memasarkan produknya. Mereka juga tidak kehabisan akal untuk berusaha mendekatkan diri dengan para calon konsumen dengan cara memiliki berbagai akun sosial media yang kini tengah menjadi pusat perhatian di kalangan anak muda, terutama di Indonesia.
Hal ini tentu sama-sama mempermudah kedua pihak, baik dari para penjual maupun calon konsumen. Para pemilik produk menjadi lebih mudah untuk menawarkan produknya disertai dengan informasi detail mengenai produk, cara pemesanan, hingga cara pembayaran yang menggunakan metode transfer antar bank. Konsumen menerima informasi dengan cara lebih mudah dan fleksibel karena tidak perlu mengunjungi toko konvensionalnya sehingga dapat menghemat lebih banyak waktu dan biaya.
Kemudahan seperti ini bukan berarti sepenuhnya baik dan sama-sama saling menguntungkan baik produsen atau pemilik produk dengan calon konsumennya. Dari sisi konsumen, ketidak mampuan untuk mengendalikan diri ketika menginginkan sebuah barang yang sebenarnya bukan sebuah kebutuhan bisa mengarahkan seseorang pada belenggu hutang kartu kredit dan tidak mampu memenuhi kebutuhan primer nya sendiri.
5 Cara Hidup Hemat yang Dapat Kita Lakukan
sumber: freepik.com

Cara Hidup Hemat

Mengingat pentingnya berhemat sebagai salah satu bentuk pengendalian diri, perlunya cara hidup hemat yang tepat.

1. Prioritas: Kebutuhan dan keinginan?

Utamakan Kebutuhan. Salah satu cara ampuh dalam menekan pengeluaran sobat yaitu dengan di jadwalkan belanja dengan daftar yang pasti digunakan setiap bulanya. Jangan memasukkan barang atau hal-hal yang bersifat keinginan ke dalam daftar prioritas.

2. Sesuaikan Antara Kebutuhan & Pengeluaran

Usahakan sobat tidak perlu berhutang untuk memenuhi kebutuhan yang setiap waktunya mempengaruhi kelangsungan hidup Anda. Dilihat dari sisi psikologis, kebiasaan berhutang juga tidak baik karena menimbulkan perasaan tidak tenang, selalu cemas, serta gelisah.

3. Menjaga Kesehatan

Salah satu cara hidup hemat adalah dengan senantiasa menjaga kesehatan. Lalu, apa hubungannya kesehatan dengan pola hidup hemat? Pola hidup sehat akan meminimalisir sobat terkena penyakit yang membutuhkan bantuan dokter untuk menanganinya. Jelas ketika sobat menggunakan jasa dokter akan membutuhkan pengeluaran yang jumlahnya relatif tidak sedikit. Hal ini akan berpengaruh pada jumlah pengeluaran  yang bisa jadi lebih tinggi daripada pendapatan setiap bulannya. Ketika hal ini menjadi sebuah kebiasaan, pada akhirnya akan selalu merasa kekurangan untuk memenuhi hal-hal yang sifatnya memang sebuah kebutuhan.

4. Bijak Dalam Berbelanja

Perlu kita sadari bila kita lebih menyukai belanja di supermarket yang terkenal bersih dan sejuk, mereka juga menggunakan jasa pemasaran yang selalu bisa mengundang kita untuk masuk dan berbelanja di toko mereka dengan teknik-teknik tertentu. Bila kita telah masuk dalam toko, kecenderungan untuk membeli barang-barang yang bukan kebutuhan semakin tinggi. Hal yang perlu disadari di sisi lain ialah dengan menjual jasa, mereka mematok harga yang lebih tinggi untuk sebuah barang yang sebenarnya bisa didapatkan dengan lebih murah di tempat lain, misalnya di pasar.

5. Tidak Meremehkan Uang Receh

Besar nominal yang dimiliki memang terkesan kecil tetapi sobat tidak pernah tahu bahwa kumpulan uang receh ini bisa menjadi besar nominalnya dan mungkin menyelamatkan  di saat-saat terdesak. Hindari kebiasaan untuk langsung ‘mengamalkan’ uang receh tiap kali menerimanya sebagai kembalian. Lebih baik kumpulkan dalam satu tempat tertentu seperti sebuah toples dan ketika dirasa telah cukup banyak, tukarkan uang receh itu dengan uang kertas yang nominalnya sama.
Sekian cara hidup hemat yang dapat kita lakukan. Inget selalu pepatah “Hemat Pangkal Kaya, Rajin Pangkal Pandai dan Bersih Pangkal Sehat”. Makna Hemat bukan berarti Pelit, maka disini yakni bagaimana mengelola peredaran uang untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga bermanfaat sobat bintang.

Fanny Fatma Wati

"Tidak pernah ada kata terlambat atau terlalu cepat, Semuanya terjadi pada waktu yang telah ditetapkan" Keep semangat

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *