Faktor-faktor Perubahan Sosial (Pembahasan Modul Kelas 12), Sosiologi Bagian 3

Faktor-faktor Perubahan Sosial – Halo Sobat Bintang!! Pada kesempatan kali ini mimin akan melanjutkan pembahasan materi modul Sosiologi untuk kelas 12 dari Kemendikbud. Sebelumnya mimin telah membahas sebagian dari materi modul ini dengan pembahasan yang berbeda di hari yang berbeda pula. Materi dari modul tersebut yakni tentang Perubahan Sosial Dalam Kehidupan Masyarakat.

Mengingatkan kembali dan memberi tahu untuk kalian yang belum tahu, pada setiap pembahasan materi modul mimin membaginya dalam beberapa sesi. Untuk materi ini mimin bagi ke dalam 4 (empat) sesi. Kebetulan untuk 1 (satu) dan 2 (dua) telah selesai mimin bahas di tempo hari sebelumnya ya Sobat Bintang. Jadi, di kesempatan kali ini saatnya untuk memasuki sesi yang ke 3 (tiga). Pada pembahasan ke tiga ini mimin akan membahas mengenai Faktor-faktor Perubahan Sosial.

Yuk Sobat Bintang, simak baik-baik pembahasan dari mimin ini ya.

Baca juga: Definisi dan Teori Perubahan Sosial (Pembahasan Modul Kelas 12), Sosiologi Bagian 1

faktor-faktor perubahan sosial
Ilustrasi (Sumber: Kemendikbud.go.id)

Berikut Pembahasan Modul Kelas 12 Mengenai Faktor-faktor Perubahan Sosial

Tujuan Pembahasan

Sama halnya dengan pembahasan sebelumnya, sebelum masuk pembahasan materi mimin akan menjelaskan dulu tujuan dari pembahasan materi yang akan dibahas. Pembahasan materi kali ini bertujuan agar kalian bisa memahami tentang, faktor-faktor perubahan sosial. Faktor-faktor tersebut terbagi atas, faktor penyebab, faktor pendorong dan faktor penghambat.

Faktor-faktor Perubahan Sosial

Dalam kehidupan bermasyarakat perubahan sosial akan berlangsung secara terus-menerus. Namun, perubahan sosial yang terjadi di masyarakat itu bukan sebuah proses yang terjadi karena sendirinya. Pada umumnya, perubahan sosial tersebut terjadi karena beberapa faktor, di antaranya faktor penyebab, faktor pendorong dan faktor penghambat. Berikut penjelasan lebih detailnya:

1. Faktor Penyebab Perubahan Sosial

Pada dasarnya, faktor perubahan sosial terjadi karena rasa tidak puas pada anggota masyarakat dengan kehidupan yang lama di waktu tertentu. Oleh sebab itu, mereka melakukan perubahan untuk memperbaiki kehidupannya. Penyebab dari perubahan dalam masyarakat pun terbagi dari beberapa faktor. Faktor tersebut baik yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri maupun dari luar masyarakat.

a. Perubahan yang Terjadi dari Dalam Masyarakat
Faktor penyebab perubahan sosial yang terjadi dari dalam masyarakat yakni terdiri dari:

1) Berkembangnya Ilmu Pengetahuan
Berkembangnya pengetahuan menjadikan manusia semakin memiliki pengetahuan yang luas dan menghasilkan teknologi canggih. Selain itu, adanya pengetahuan mendorong manusia untuk mencari penemuan baru yang dapat membantu aktivitas manusia dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari. Faktor perubahan sosial tersebut bisa kalian lihat pada gambar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bawah ini.

faktor-faktor perubahan sosial
faktor perubahan sosial

 

2) Jumlah Penduduk
Selain ilmu pengetahuan, jumlah penduduk dari tahun ke tahun yang selalu meningkat juga menjadi faktor penyebab terjadinya perubahan sosial. Salah satu contohnya yakni Pulau Jawa yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tertinggi dapat menimbulkan masalah di masyarakat. Hal ini yang kemudian dapat memicu terjadinya urbanisasi. Adanya perubahan jumlah penduduk ini menjadi salah satu faktor penyebab perubahan sosial. Dengan bertambahnya jumlah penduduk di suatu daerah, maka dapat mengakibatkan perubahan dalam struktur masyarakat, terutama mengenai Lembaga kemasyarakatan. Berikut gambar dari faktor perubahan sosial yang satu ini.

faktor-faktor perubahan sosial
faktor perubahan sosial

3) Pertentangan dan Pemberontakan
Dalam kehidupan bermasyarakat pasti pernah terjadi konflik, baik secara individu maupun kelompok. Konflik sosial itu dapat terjadi karena adanya perbedaan kepentingan atau adanya ketimpangan sosial. Konflik yang terjadi bisa secara langsung maupun tidak langsung, hal ini dapat menghasilkan sebuah perubahan sosial. Misalnya adanya pergantian penguasa, kesepakatan baru, maupun akomodasi dari pihak-pihak yang berkonflik. Berikut gambar dari faktor perubahan sosial yang satu ini.

faktor-faktor perubahan sosial
faktor perubahan sosial

b. Perubahan yang Terjadi dari Luar Masyarakat
Selain faktor dari dalam masyarakat, perubahan sosial juga dapat dipengaruhi oleh faktor dari luar masyarakat. Faktor-faktor perubahan sosial tersebut yakni terdiri dari:

1) Pengaruhi Kebudayaan Masyarakat Luar
Adanya interaksi yang terjalin antara satu masyarakat dengan masyarakat lain yang berbeda dapat ditanggapi dengan berbagai macam reaksi. Namun, faktor perubahan sosial ini bisa diterima ataupun ditolak oleh masyarakat itu sendiri.

2) Peperangan
Peristiwa peperangan yang terjadi, baik perang saudara maupun perang antarnegara dapat menimbulkan perubahan sosial. Faktor Perubahan sosial ini terjadi dalam sistem birokrasi, yakni pihak yang menang biasanya akan memaksa pihak yang kalah melakukan ideologinya.

3) Terjadinya Bencana Alam
Sebagai contohnya terjadi banjir, tanah longsor, dan lain sebagainya di suatu tempat. Hal ini mendorong manusia untuk pindah dan mencari tempat yang baru. Kemudian mereka akan membangun pemukiman dan Lembaga-lembaga yang baru. Mereka akan berpindah tempat karena merasa tidak aman dan tidak nyaman dari tempat sebelumnya.

Baca juga: Jenis-jenis Perubahan Sosial (Pembahasan Modul Kelas 12), Sosiologi Bagian 2

2. Faktor Pendorong Perubahan Sosial

Menurut Soekanto (2012), faktor-faktor pendorong perubahan sosial yakni terdiri dari:

a. Kontak Dengan Kebudayaan Lain
Awal proses perubahan sosial adalah adanya kontak dari seseorang atau kelompok kepada orang atau kelompok lain. Melalui kontak sosial terjadilah proses penyampaian informasi tentang gagasan, ide, keyakinan, dan hasil-hasil budaya yang berupa fisik. Dua kebudayaan yang saling bertemu akan saling memengaruhi dan pada akhirnya membawa perubahan. Dengan demikian, berhubungan dengan budaya lain dapat mendorong munculnya perubahan sosial budaya. Sebagai contohnya, unsur-unsur kebudayaan asing yang dibawah oleh para pedagang dengan cara damai dan tanpa adanya paksaan. Selain itu, ada beberapa ulama yang melakukan perubahan melalui penyiaran agama.

b. Sikap Saling Menghargai Hasil Karya Orang Lain dan Adanya Keinginan untuk
Maju
Sikap menghargai hasil karya mendorong seorang individu akan memunculkan penemuan-penemuan baru dalam masyarakat. Wujud sikap menghargai hasil karya seseorang dapat berupa pemberian Nobel atau penghargaan. Selain itu, adanya keinginan untuk maju dalam diri seseorang memicu munculnya perubahan-perubahan sosial budaya. Perubahan sosial budaya terjadi karena ada rasa tidak puas terhadap situasi dan kondisi saat itu. Keinginan untuk mengadakan suatu kemajuan mendorong seseorang melakukan perubahan terhadap situasi dan kondisi yang ada.

c. Sistem Pendidikan yang Maju
Pendidikan formal adalah pendidikan yang ditempuh melalui jenjang-jenjang pendidikan di sekolah. Pendidikan formal mengajarkan bermacam-macam kemampuan, seperti menguasai ilmu-ilmu pengetahuan, kerajinan tangan, hidup mandiri, olahraga, dan kesenian. Dengan mengikuti pendidikan di sekolah, seorang individu mempelajari suatu nilai-nilai tertentu yang dapat membuka pikirannya dalam menerima hal-hal baru. Selain itu, pendidikan sekolah mengajarkan manusia untuk dapat berpikir secara ilmiah dan objektif. Dengan pengetahuan itu, seorang individu dapat menilai apakah kebudayaan masyarakatnya mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan zaman atau tidak. Berbekal pengetahuan itulah seseorang melakukan perubahan. Oleh karena itu, perubahan sering terjadi di kalangan masyarakat yang berpendidikan tinggi.

d. Toleransi
Sikap toleransi yang dimaksud di sini ialah sikap toleransi terhadap adanya pengaruh dari luar. Adanya pengaruh dari luar yang tidak melanggar hukum dapat menjadi cikal bakal dari perubahan sosial. Oleh karena itu, dengan adanya sikap toleransi dapat menciptakan hal-hal baru yang kreatif.

e. Sistem Terbuka Lapisan Masyarakat
Adanya open stratification dalam masyarakat memungkinkan terjadinya gerak sosial vertikal. Situasi kondisi ini memberi kesempatan seseorang untuk menempati strata yang lebih tinggi. Melalui kerja keras dan melakukan perubahan-perubahan seorang individu mencapai kemajuan diri guna meningkatkan strata. Jadi, semakin terbuka sistem lapisan masyarakat semakin besar peluang untuk melakukan perubahan-perubahan yang tentunya menuju ke arah yang lebih baik.

f. Ketidakpuasan Masyarakat Terhadap Bidang-Bidang Kehidupan Tertentu
Adanya perubahan dengan latar belakang rasa ketidakpuasan terhadap situasi dan kondisi saat itu. Apabila perasaan itu terjadi dalam waktu yang lama akan menimbulkan tekanan-tekanan yang disertai dengan kekecewaan hingga pada suatu waktu memunculkan revolusi dalam tubuh masyarakat tersebut. Hal ini dapat dilihat dari perubahan-perubahan yang terjadi di Indonesia. Perubahan-perubahan timbul karena adanya ketidakpuasan terhadap cara kerja pemerintah.

g. Adanya Orientasi ke Masa Depan
Keadaan yang selalu mengalami kemajuan mendorong seseorang untuk melakukan perubahan dan penyesuaian terhadap perkembangan zaman. Adanya orientasi ke masa depan akan mendorong masyarakat untuk selalu berpikir maju dan mendorong terciptanya penemuan-penemuan baru yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Baca juga: Jarak Titik ke Titik Dalam Ruang Bidang Datar (Pembahasan Modul Kelas 12), Matematika Umum Bagian 1

3. Faktor Penghambat Perubahan Sosial

Selain faktor-faktor yang dapat mendorong suatu perubahan sosial, terdapat pula beberapa faktor yang dapat menghambat terjadinya perubahan sosial. Beberapa faktor yang dinilai menghambat terjadinya suatu perubahan sosial antara lain sebagai berikut.

a. Kurangnya Hubungan dengan Masyarakat Lain
Manusia tidak pernah lepas dari hubungan dengan manusia atau masyarakat lain dalam suatu pergaulan. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain mengakibatkan suatu masyarakat menjadi terasing dari pergaulan hidup dengan masyarakat lainnya. Akibatnya mereka tidak mengetahui kemajuan atau perkembangan yang terjadi pada masyarakat lain. Apabila pergaulan saja sangat terbatas, maka yang terjadi adalah keterbatasan pemikiran sehingga keinginan untuk berubahpun juga sangat minim.

b. Perkembangan Ilmu Pengetahuan yang Terlambat
Dengan adanya keterbatasan dalam pergaulan, dapat dipastikan perkembangan ilmu pengetahuan juga akan terlambat. Sebab dalam kemajuan ilmu pengetahuan dapat ditempuh di antaranya dengan metode learning by doing. Tidak adanya keinginan untuk menambah wawasan di bidang ilmu pengetahuan akan mengakibatkan pola pikir yang terbelakang dan ketinggalan zaman, sehingga muncul sebuah pandangan negatif (stigma) adanya kelompok masyarakat yang sulit untuk berubah.

c. Sikap Masyarakat Tradisional yang Konservatif
Sikap konservatif atau sulit untuk melakukan perubahan akan membawa mentalitas yang tidak baik dalam sebuah kemajuan. Karena itu sikap tersebut harus dihindari apabila seseorang hendak melakukan suatu perubahan.

Itulah seputar pembahasan mengenai faktor-faktor perubahan sosial yang terdapat pada modul sosiologi kelas 12. Semoga Bermanfaat!! Untuk mengetahui pembahasan lainnya, kalian bisa terus mengunjungi Bintang Sekolah Indonesia. Semangat terus ya Sobat Bintang!!

Sumber:

Modul Sosiologi Kelas XII KD 3.1
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN

Abercrombe, Nicholas, dkk. 2010. Kamus Sosiologi. Yogyakarta; Pustaka Pelajar.
Basrowi. 2014. Pengantar Sosiologi. Bogor: Ghalia Indonesia.

Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa
Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Ensiklopedi Nasional Indonesia (Jilid 4 dan 5). 2004. Jakarta: Delta Pamungkas.

Nasikun. 2012. Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Kartono, Kartini. 2013. Patologi Sosial II: Kenakalan Remaja. Jakarta: Rajawali Pers.

Dinar Ismunandar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم - Al-Baqarah Ayat: 286, Haii, perkenalkan nama saya DInar Ismunandar

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comments (26)