Jenis-jenis Perubahan Sosial (Pembahasan Modul Kelas 12), Sosiologi Bagian 2

  • Bagikan

Jenis-jenis Perubahan Sosial – Hai Sobat Bintang!! Di kesempatan kali ini mimin akan melanjutkan pembahasan materi modul sosiologi kelas 12 dari Kemendikbud yang telah mimin bahas sebelumnya. Modul tersebut memuat pembahasan materi tentang Perubahan Sosial Dalam Kehidupan Masyarakat.

Sesuai dengan apa yang telah mimin sampaikan sebelumnya, bahwa pembahasan materi ini terbagi menjadi 4 (empat) sesi. Pada tempo hari sebelumnya, mimin telah selesai membahas sesi yang pertama ya Sobat Bintang. Jadi, di kesempatan kali ini mimin akan lanjut ke sesi yang ke dua. Di sesi yang ke dua materi ini, mimin akan membahas mengenai Jenis-jenis Perubahan Sosial.

Yuk, kita mulai sekarang. Simak baik-baik pembahasan di bawah ini ya Sobat Bintang!!

Baca juga: Definisi dan Teori Perubahan Sosial (Pembahasan Modul Kelas 12), Sosiologi Bagian 1

jenis-jenis perubahan sosial
Ilustrasi (Sumber: Kemendikbud.go.id)

Seputar Pembahasan Modul Kelas 12 tentang Jenis-jenis Perubahan Sosial

Tujuan Pembahasan

Seperti pada pembahasan sebelum-sebelumnya, sebelum masuk materi mimin akan menjelaskan terlebih dahulu tujuan dari pembahasan materi yang akan mimin bahas. Pembahasan materi kali ini bertujuan agar kalian bisa menjelaskan bahkan menunjukkan jenis-jenis perubahan sosial. Hal ini mencakup perubahan lambat (evolusi) dan perubahan cepat (revolusi) serta perubahan kecil dan perubahan besar. Selain itu juga bisa memahami perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki dengan baik.

Jenis-jenis Perubahan Sosial

Masyarakat merupakan sekelompok individu yang bersifat dinamis. Banyak faktor yang bisa mendorong terjadinya perubahan pada masyarakat, seperti pada ideologi, kebijakan pemerintah, maupun gerakan massa. Perubahan yang berdampak pada interaksi sosial, norma (aturan), dan unsur kebudayaan ini bisa kita kenal dengan perubahan sosial budaya. Berikut jenis-jenis perubahan sosial:

1. Perubahan Lambat (Evolusi)

Jenis perubahan sosial yang pertama yakni perubahan lambat (Evolusi). Evolusi merupakan perubahan yang lama dengan rentetan perubahan yang saling mengikuti dengan lambat. Dalam jenis perubahan sosial yang satu ini, perubahan terjadi dengan sendirinya tanpa ada rencana sebelumnya. Hal ini karena adanya usaha-usaha dari masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keadaan dan kondisi yang baru.

Evolusi terdiri dari rentetan perubahan kecil, sehingga pada kasus ini kita seringkali tidak merasakannya. Contohnya perubahan dari masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern. Inkeles salah satu ahli sosiologi, menggolongkan teori evolusi ini menjadi tiga bentuk, yakni:

a. Unilinear Theory of Evolution

Teori ini menjelaskan bahwa manusia dan masyarakat mengalami perkembangan sesuai tahapan-tahapan tertentu. Tahapan tersebut berawal dari yang paling sederhana, kompleks, dan sempurna. Tokoh-tokoh yang menjadi pelopor dari teori ini ialah August Comte dan Herbert Spencer. Salah satu pendukung teori ini ialah Pitirim A. Sorokin yang berpendapat bahwa masyarakat berkembang melalui tahap-tahap yang didasarkan pada suatu kebenaran.

b. Universal Theory of Evolution

Teori ini menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidak perlu melalui tahap tertentu yang tetap. Menurut Herbert Spencer, masyarakat merupakan hasil perkembangan dari kelompok homogen ke kelompok heterogen, baik sifat maupun susunannya.

c. Multilined Theories of Evolution

Teori ini memfokuskan pada penelitian-penelitian terhadap tahap-tahap atau fenomena-fenomena perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat. Sebagai contohnya, penelitian tentang pengaruh perubahan sistem mata pencaharian dari berburu ke pertanian, terhadap sistem kekeluargaan dalam masyarakat yang bersangkutan.

2. Perubahan Cepat (Revolusi)

Jenis perubahan sosial selanjutnya selain terjadi secara lambat ada juga yang terjadi secara
cepat (revolusi). Kalian mungkin pernah mendengar istilah revolusi. Seperti Revolusi Prancis, Revolusi Industri, maupun revolusi lainnya. Kata revolusi muncul pertama kali dalam teks politik di Italia pada abad ke-14 yang artinya penggulingan pemerintahan.

Dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia (2004) revolusi mempunyai arti sebagai suatu perubahan yang terjadi secara cepat atau mendadak. Perubahan tersebut dianggap revolusi karena mengubah sendi-sendi pokok dari kehidupan masyarakat seperti sistem kekeluargaan, hubungan sosial dan lain sebagainya. Revolusi ini juga sering kali diawali dengan ketegangan dalam masyarakat yang bersangkutan.

Adapun syarat-syarat yang harus terpenuhi agar revolusi ini terjadi, diantaranya yakni:
1) Harus adanya keinginan untuk mengadakan suatu perubahan.
2) Adanya seorang pemimpin yang dapat memimpin dalam masyarakat.
3) Adanya pemimpin yang dapat menampung keinginan masyarakat agar terjadi pergerakan menuju perubahan.
4) Seorang pemimpin harus menunjuk-kan suatu tujuan pada masyarakat.
5) Adanya momentum untuk memulai suatu gerakan.

Salah satu contoh suatu revolusi yakni yang dialami oleh indonesia pada saat pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Seperti pada gambar di bawah ini.

jenis-jenis perubahan sosial

Baca juga: Isi Surat Lamaran Pekerjaan (Pembahasan Modul Kelas 12) Bahasa Indonesia Bagian 1

3. Perubahan Kecil

Jenis perubahan sosial berikutnya yakni ada perubahan kecil. Perubahan ini merupakan perubahan yang terjadi namun unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. Seperti, perubahan model pakaian, rambut, sepatu, dan lain-lain yang tidak berpengaruh signifikan terhadap masyarakat keseluruhan. Karena, hal ini tidak menimbulkan perubahan pada lembaga kemasyarakatan. Seperti gambar pakaian batik di bawab ini.

jenis-jenis perubahan sosial

4. Perubahan Besar

Jenis perubahan sosial selanjutnya selain perubahan kecil ada juga perubahan besar. Perubahan  ini merupakan perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang memberi pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. Contohnya: Pengelolaan pertanian dengan pemakaian alat pertanian dan mesin (traktor) pada masyarakat agraris seperti gambar di bawah.

jenis-jenis perubahan sosial

5. Perubahan yang Dikehendaki

Jenis perubahan sosial berikutnya yakni perubahan yang dikehendaki atau direncanakan. Perubahan ini merupakan perubahan yang diperkirakan (telah direncanakan) terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan dalam masyarakat. Pihak-pihak yang menghendaki suatu perubahan biasanya menyebut para perencana sosial. Mereka merupakan  seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan.

Dengan demikian, dalam konteks perubahan yang dikehendaki maka pada perencana sosial inilah
yang akan memimpin masyarakat dalam merubah sistem sosialnya. Dalam melaksanakan tugasnya, mereka langsung terjun untuk mengadakan perubahan. Bahkan mereka mungkin menyebabkan perubahan-perubahan pula pada lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya. Selain itu, suatu perubahan yang dikehendaki atau yang direncanakan, selalu berada di bawah pengendalian serta pengawasan dari perencanaan sosial tersebut.

Dalam ilmu sosiologi, cara-cara untuk mempengaruhi masyarakat dengan sistem yang teratur dan direncanakan terlebih dahulu memiliki nama lain. Nama lain tersebut yakni social planning (perencanaan sosial) atau sering dinamakan pula dengan istilah social engineering (perekayasaan sosial).

6. Perubahan yang Tidak Dikehendaki

Jenis perubahan sosial yang terakhir selain perubahan yang dikehendaki ada juga perubahan yang tidak dikehendaki. Perubahan ini merupakan perubahan-perubahan yang terjadi tanpa dikehendaki serta berlangsung di luar jangkauan pengawasan masyarakat. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan oleh masyarakat.

Sedangkan apabila perubahan-perubahan yang tidak dikehendaki berlangsung bersamaan perubahan yang dikehendaki, maka perubahan tersebut mempunyai pengaruh.perubahan yang dikehendaki. Sehingga keadaan tersebut tidak mungkin dirubah tanpa mendapat halangan-halangan dari masyarakat itu sendiri.

Seringkali terjadi bahwa perubahan yang dikehendaki bekerjasama (saling menerima) dengan perubahan yang tidak dikehendaki. Hal ini menjadikan kedua proses tersebut akhirnya saling pengaruh-memengaruhi.

Baca juga: Jarak Titik ke Titik Dalam Ruang Bidang Datar (Pembahasan Modul Kelas 12), Matematika Umum Bagian 1

Nah, itulah seputar pembahasan mengenai jenis-jenis perubahan sosial yang terdapat pada modul sosiologi kelas 12. Semoga Bermanfaat yaa!! Untuk mengetahui pembahasan lainnya, kalian bisa terus mengunjungi Bintang Sekolah Indonesia. Semangat terus ya Sobat Bintang!!

Sumber:

Modul Sosiologi Kelas XII KD 3.1
@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN

Abercrombe, Nicholas, dkk. 2010. Kamus Sosiologi. Yogyakarta; Pustaka Pelajar.
Basrowi. 2014. Pengantar Sosiologi. Bogor: Ghalia Indonesia.

Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa
Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Ensiklopedi Nasional Indonesia (Jilid 4 dan 5). 2004. Jakarta: Delta Pamungkas.

Nasikun. 2012. Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Kartono, Kartini. 2013. Patologi Sosial II: Kenakalan Remaja. Jakarta: Rajawali Pers.

  • Bagikan

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *