Universitas BSI Buktikan Mahasiswa Bisa Jadi Programmer Dengan Background Apapun

universitas bsi
Dok. Universitas BSI (Bina Sarana Informatika)

JAKARTAUniversitas BSI (Bina Sarana Informatika) telah sukses menyelenggarakan Orientasi Akademik (Ormik) dalam rangka penyambutan mahasiswa baru periode Maret 2021. Ormik lancar terlaksana secara daring melalui zoom meetings cloud, pada hari Sabtu (13/3) pukul 09.00 -12.00 WIB. Dengan Eni Irfiani selaku pemandu, kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber. narasumber tersebut yakni Sriyadi selaku kaprodi Sistem Informasi (SI) Universitas BSI dan Riswandi selaku staf Bidang Kemahasiswaan UBSI.

Ormik Universitas BSI

Kegiatan Ormik periode Maret 2021 ini terselenggara untuk memperkenalkan lingkungan seputar kampus. Hal itu meliputi sarana dan prasarana kampus, sistem perkuliahan, administrasi akademik kemahasiswaan, peraturan akademik dan peraturan kemahasiswaan kepada mahasiswa baru.

Dalam pemaparannya, Sriyadi mengungkapkan bahwa kampus Universitas BSI berkomitmen untuk mencerdaskan anak bangsa agar mampu ber-literasi digital.

“Bidang IT tidak akan pernah mati, karena peluang kerja di bidang IT akan terus meningkat seiring dengan perkembangan tren IT di dunia. Banyaknya produk yang dihasilkan oleh orang yang memiliki background IT sebagai bukti bahwa lulusan IT memang dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat,” ujar beliau dalam acara Ormik, Sabtu (13/3).

Baca juga: Biaya Kuliah Bisa Dicicil, Beruntung Kuliah di UBSI

Universitas BSI merupakan kampus yang memberikan peluang kepada mahasiswa baru dengan background apapun untuk memiliki peluang sama dalam penguasaan teknologi. Sehingga mereka dapat menjadi seorang programmer, sistem analyst, database admnistrator dan lain-lain.

“Kampus UBSI khususnya prodi SI bertekad untuk menghasilkan lulusan berjiwa technopreneur dalam mendukung ekonomi kreatif tahun 2033. Sehingga kampus UBSI menerima mahasiswa dengan background apapun agar punya peluang dalam menguasai teknologi agar berkompeten menjadi programmer dan junior analis sistem,” ungkap beliau.

Kampus UBSI bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BSI membekali mahasiswanya dengan sertifikasi kompetensi yang dapat digunakan sebagai pendamping ijazah. Hal ini untuk menciptakan lulusan programmer dan junior analis sistem yang berkompeten dan diakui oleh perusahaan.

“Nantinya, mahasiswa akan dapat sertifikat kompetensi dan bisa digunakan untuk pendamping ijazah. Sertifikat tersebut telah mendapatkan lisensi dari BNSP, yang terdiri dari dua skema diantaranya sertifikasi kompetensi programmer dan network administrator sehingga alumni UBSI memiliki bukti kompeten yang nantinya mampu bersaing dengan pencari kerja lainnya,” ujar beliau.

Baca juga: UBSI Buka Kelas Maret 2021 Dengan 3 Keunggulan

Dalam kesempatan yang sama, Riswandi memaparkan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus mampu berperan sebagai agent of change yang dapat membawa perubahan di masyarakat.

“Melalui bidang kemahasiswaan, UBSI merangkul semua mahasiswa agar dapat berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah ataupun kampus UBSI sendiri seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Kreativitas dan Seni (Kreasi), Kompetisi Inovasi Bisnis Mahasiswa (KIBM), Program Bina Desa ataupun kegiatan lainnya. Selain itu mahasiswa juga bisa berprestasi melalui kegiatan organisasi mahasiswa seperti BEM, UKM, ataupun Himpunan Mahasiswa,” tutup beliau.

Respon (10)

    1. Gak kok kak, sudah dibuktikan juga kan dengan berita ini…
      Bahwa jadi programmer gak harus bisa dengan backroun apapun, ini membuktikan bahwa jadi programmer gak pusing kak… ehehe
      btw kalaupun pusing tinggal minum obat aja kan kak… wkwkwk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *