Melalui WTIDCamp, Women In Tourism Indonesia Berikan Inspirasi Perempuan Indonesia di Dunia Pariwisata

  • Bagikan

Jakarta, Bintang Sekolah Indonesia – Halo Sobat Bintang!! Women in Tourism Indonesia mengadakan program beasiswa kepada mahasiswa/i dengan latar belakang pariwisata di perguruan tinggi baik tingkat vokasional atau universitas. Program beasiswa ini berbentuk WTIDCamp yang telah berlangsung selama Bulan Oktober 2021. Beasiswa ini juga terdiri dari lima kelas insentif dengan tema yang berbeda setiap minggunya.

Tapatnya di minggu ke lima, sabtu (30/10) diselenggarakan WTIDTalk Special: WTIDCamp Graduation dengan tajuk ‘It’s Youth 2 Elevate Women in Tourism’. Acara ini berlangsung secara virtual malalui Zoom dan disiarkan secara live di Youtube Women in Tourism Indonesia dari pukul 09.00 – 11.00 WIB.

Baca Juga : Informasi Beasiswa Kuliah Terbaru dari Berbagai Sumber Penyedia Dana

WTIDTalk Special: WTIDCamp Graduation

WTIDCamp
Dok. Women In Tourism Indonesia – WTIDCamp

Acara ini diselenggarakan sekaligus menjadi hari kelulusan untuk para peserta WTIDCamp yang telah menyelesaikan rangkaian acara WTIDCamp selama satu bulan. Hari kelulusan ini bertujuan untuk memberikan inspirasi dan semangat kepada kaum muda, khususnya perempuan dalam menghadapi isu-isu kesetaraan gender.

Acara ini menghadirkan empat narasumber sebagai opening speech diantaranya Anindwitya R. Monica selaku Chairwoman Women in Tourism Indonesia, Maulita Sari Hani selaku Advisor Women in Tourism Indonesia, Ika Kusuma Permanasari selaku Direktur Manajemen Strategis Kemenparekraf, dan Sam Upritchard selaku Deputy Consul General Australian Consulate-General in.

Selain itu, ada tiga narasumber lainnya sebagai pemateri yakni, Shana Fatina selaku Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores, Harriot Beazley selaku Associate Professor University of the Sunshine Coast,
Australia, dan Toni Almuna selaku Country Programme Manager UN Women Indonesia.

Acara ini pun bisa terselenggara dengan lancar berkat pemandu acara Riana Eka P selaku Mahasiswi STP NHI Bandung sebagai MC dan Hankenina Deafinola selaku Duta Bahasa DIY 2021 sebagai Moderator.

Dalam opening speech, Anindwitya R. Monica mengucapkan rasa syukur atas terlaksananya WTID Camp 2021. Dalam rasa syukurnya ia juga menceritakan pengalamannya selama dua tahun WTID berdiri, yang telah menjadi wadah aspirasi dan apresiasi untuk menciptakan pariwisata yang berkelanjutan.

“Program WTIDCamp ada untuk mendidik pemuda-pemudi Indonesia dalam misi mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan,” ucapnya dalam opening speech-nya (30/10).

Baca Juga : 6 Keunggulan Lulusan Prodi Perhotelan yang Jadi Incaran Dunia Industri

Lalu, ada Ika Kusuma Permasari yang membuka opening speech-nya dengan membawa topic pariwisata nasional dalam kondisi pandemi. Ia mengungkapkan, bahwa karena covid 19 ini terjadi penurunan wisatawan manca dan domestic serta dalam hal tenaga kerja. 0,067% turun dibanding tahun 2019

“Tapi dari adanya hal ini juga membuka peluang bagi pemuda menjadi adaptif dan dapat berinovasi untuk bisa memulihkan sektor pariwisata. Kemudian, untuk mendukung agenda kesetaraan gender dalam pariwisata dibutuhkan kebijakan pariwisata berkualitas. Tentunya, dengan mengedepankan keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan, kebahagiaan masyarakat serta kesetaraan gender, dan pemerataan ekonomi lokal,” tuturnya.

Kemudian, Sam Upritchard dalam opening speech-nya fokus membahas topik terhadap isu perempuan. Ia mengungkapkan, bahwa rendahnya akses teknologi dan rendahnya pendidikan menjadi hambatan bagi perempuan untuk menduduki jabatan tinggi.

“Program WTIDCamp ini merupakan program yang sangat berharga untuk meberdayakan potensi perempuan dalam sektor pariwisata. Saya berharap dengan adanya WTIDCamp ini dapat memberikan manfaat bagi para lulusan WTIDCamp,” ungkpanya.

Baca Juga : 10 Alasan Memilih Jurusan Perhotelan yang Harus Kalian Ketahui!

Di samping itu semua, Maulita Sari Hani juga ikut memaparkan dalam opening speech, bahwa WTID Camp ini merupakan forum pendidikan informal bersifat responsif yang dibutuhkan dalam industri pariwisata.

“Saya harap program ini dapat terus berlanjut untuk dapat mendukung peran pemuda menjadi agen perubahan dalam pariwisata berkelanjutan serta mendukung SDGs dan UNWTO 2050 agen,” tandasnya.

Selain itu terdapat pemaparan materi dari tiga narasumber yang ahli dalam bidangnya. Di saat pemaparan ketiga pemateri tersebut, lebih dari 90 peserta sangat antusias menyimak materi yang disampaikan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *